Pulverizer Coal Burner

Pada prinsipnya panas dari hasil pembakaran yang terjadi pada unit chamber akan ditransfer pada boiler. Boiler unit yang telah ada (berbahan bakar minyak) juga bisa dimodifikasi dengan menggunakan PCB ini sehingga pemanfaatan bahan bakar batu bara dapat diaplikasikan pada boiler yang telah ada.

Keunggulan Pulverize Coal Burner (PCB) diantaranya adalah :

  1. Mudah dalam pengoperasian
  2. Unit ini dilengkapi dengan main kontroller sehingga proses pembakaran yang terjadi disesuaikan dengan keperluan. Masuknya batu bara ke dalam unit Combustion Chamber diatur oleh main kontroller.
  3. Pembakaran sempurna
  4. Ukuran batu bara yang masuk dalam ruang bakar 0 – 0.08 mm memungkinkan batu bara untuk langsung terbakar saat melalui temperatur yang tinggi di dalam combustion chamber ( ± 600 deg C).
  5. Tidak ada Batu Bara yang Terbuang
  6. Karena proses pembakaran yang sempurna dalam combustion chamber, maka semua batu bara akan habis terbakar.
  7. Pemeliharaan Mudah
  8. Limbah Ramah Lingkungan
  9. Abu batu bara dari sisa pembakaran yang keluar melalui unit Dryer akan ditangkap oleh dust collector.
  10. Pemanasan Awal yang Singkat
  11. Di dalam combustion chamber bata tahan api akan menyimpan panas yang cukup tinggi, sehingga bila pengoperasian unit dryer mengalami jeda waktu < 5 jam maka untuk pemanasan awal hanya < ½ jam, bila berhenti produksi waktu yang diperlukan < 2 jam.
  12. Hemat Bahan Bakar
  13. Harga bahan bakar batu bara yang relatif murah dan cenderung stabil dibandingkan dengan penggunaan BBM maka unit ini memberikan keuntungan materi yang sangat tinggi

Komponen Pulverizer Coal Burner terdiri dari :

1. Coal Crusher

2. Pulverizer

3. Screw Feeder modulating

4. Chamber / Furnace

5. Force Draft Fan (FDF)

6. Kontrol panel + termocouple

7. Induced Draft Fan (IDF)

8. Cyclone

9. Wet scrubber and Chimney

Sistem kerja Pulverizer Coal Burner :

1. Pemanasan awal di dalam chamber dengan cara manual dengan menggunakan kayu atau oil burner sampai pada suhu 600 deg C.

2. Batu bara ukuran 0-50 mm keatas di crusher menjadi ukuran maksimal 10 mm. Apabila ukuran batu bara sudah halus, tidak perlu melalui crusher.

3. Batu bara dari crusher di masukkan ke dalam hopper screw feeder.

4. Batu bara masuk ke dalam pulverizer melalui screw feeder dengan kontrol berdasarkan temperatur chamber. Maksudnya apabila temperatur naik maka putaran screw feeder pelan sehingga batu bara yang masuk sedikit, apabila temperatur turun maka screw feeder berputar lebih cepat sehingga batu bara yang masuk lebih banyak.

5. Untuk menyempurnakan pembakaran di dalam chamber, kita atur pemasukan udara dari FDF.

6. Kalau nyala api sudah sempurna, semua akan berjalan dengan otomatis.