Artikel‎ > ‎

Teknologi Pembersih Batubara

diposting pada tanggal 3 Nov 2016 23.37 oleh Siswanto Tantular   [ diperbarui3 Nov 2016 23.45 ]

Berdasarkan dampak lingkungan oleh emisi gas buang dari penggunaan batubara, dan tidak terhindarinya pemanfaatan batubara untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat, penerapan teknologi pengurangan emisi polutan dari penggunaan batubara tersebut perlu dipertimbangkan.

Teknologi tersebut biasa disebut sebagai teknologi-teknologi batubara bersih atau Clean Coal Technologies (CCT). Teknologi tersebut dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat proses produksi energi pada saat penerapannya, yang meliputi teknologi-teknologi : precombustion; combustion; dan post-combustion; serta coal conversion.

Dalam precombustion technologies, sulfur dan semua kotoran bahan pencemar dibuang sebelum batubara dibakar. Pada combustion technologies, tehnik-tehnik yang menerapkan pencegahan terjadinya emisi polutan dalam boiler, dryer atau kiln ketika sedang terjadinya proses pembakaran. Sementara itu postcombustion technologies, gas buang yang ke luar dari boiler diberi perlakuan untuk dikurangi kandungan polutannya. Terahir, coal conversion, yaitu pengubahan batubara ke dalam bentuk gas atau cair yang dapat dibersihkan dan dipergunakan sebagai bahan bakar.

Teknologi Sebelum Pembakaran (Precombustion).

Batubara dikenal sebagai bahan bakar fosil yang kotor, sehingga sebelum dibakar atau dipergunakan, batubara tersebut perlu dicuci atau dibersihkan terlebih dahulu. Tujuan utama dari proses pencucian sebelum pembakaran tersebut adalah untuk mengurangi atau menghilangkan kotoran terutama kandungan sulfur yang secara organik tidak terikat pada batubara.

Pencucian batubara tersebut juga dapat memperbaiki kandungan panas, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pembakaran untuk boiler pada pembangkit atau untuk pembakaran pada rotary dryer dan kiln.

Proses pembersihan batubara tersebut secara luas dapat mengurangi emisi sulfur secara berarti dari pembakaran batubara.

Secara tradisional, teknologi pembersihan batubara sebelum pembakaran

tersebut terdiri atas dua cara, yaitu pembersihan secara fisik (physical cleaning) dan pembersihan secara kimia (chemical cleaning).

Physical cleaning atau pembersihan batubara secara fisik sebelum pembakaran dilakukan dengan cara memecahkan batubara ke dalam bongkahan yang lebih kecil, kemudian batubara tersebut dipisahkan dari kotoran seperti partikel-partikel tanah, batu, dan pyrit dengan cara dicuci menggunakan udara panas yang bertekanan. Kotoran tersebut dapat dipisahkan dari batubara didasarkan pada perbedaan kerapatan atau karakteristik fisik lainnya.

Proses pembersihan fisik tersebut hanya dapat membersihkan batubara dari kotoran yang secara organik atau kimia tidak terikat pada batubara seperti partikel tanah, batu, dan pyrite (pyritic sulfur).

Metoda pembersihan batubara secara fisik tidak bisa menghilangkan sulfur yang secara organik terikat dengan batubara, juga tidak bisa membuang nitrogen dari batubara. Pembersihan batubara secara fisik diperkirakan dapat membuang 30-50% dari pyritic sulfur dan sekitar 60% dari abu mineral dalam batubara.

Sekarang ini kami mengembangkan metoda pembersihan batubara secara fisik yang lebih maju dan lebih efisien. Pemanasan batubara (coal thermal treatment) dengan rotary dryer dapat dilakukan untuk mengurangi kandungan air dan memodifikasi karakteristik permukaan untuk menghindari reabsorption (penyerapan kembali). Proses tersebut diharapkan dapat memisahkan sampai 90 persen pyritic sulfur dari batubara.


Comments