Fertilizer Machine

MESIN PUPUK NPK

MODEL MJT 80 KAPASITAS 4 TON/JAM

 

Untuk memproduksi pupuk NPK yang berkualitas baik dengan biaya produksi yang murah diperlukan suatu sistem dan peralatan yang memadai. Tahapan-tahapan yang harus diperhatikan adalah proses pencampuran bahan, crusher, granul, pengeringan, sistem pembakaran, penangkap abu, dan pendinginan. Berikut adalah komponen mesin untuk memproduksi pupuk NPK dengan bahan bakar batu bara terdiri dari:

1.       Pulverizer coal burner 

Berfungsi untuk menghancurkan batu bara dari ukuran 10 mm menjadi 0,08 mm (mesh 200). Batu bara masuk ke dalam pulverizer menggunakan screw feeder modulating. Sehingga batu bara yang masuk bisa dikontrol berdasarkan temperatur didalam chamber. Apabila temperatur didalam chamber naik maka putaran screw feeder menjadi perlahan, sebaliknya apabila temperatur turun makan putaran screw feeder dipercepat. Sistem pembakaran Pulverizer coal burner ini sangat penting dalam mengatur temperatur udara yang masuk ke dalam rotary dryer, dengan sistem ini temperatur bisa STABIL. Apabila memproduksi pupuk NPK maka pulverizer coal burner yang paling tepat.

2.       Control Panel 1 

         Berisi contactor, breaker, inverter, overload, relay, lamp indikator, push button, fan cooler, UDC. Control panel 1 meliputi motor pulverizer, blower Chamber, blower delution air, belt conveyor input rotary dryer, rotary dryer, belt conveyor output rotary dryer, IDF rotary dryer dan rotary cooler, pompa wet scrubber, pompa boiler.

3.       Chamber/ furnace

        Chamber berfungsi untuk membakar batu bara yang berasal dari pulverizer, suhu didalam chamber minimal 400°C supaya serbuk batu bara mudah terbakar. Dibantu dengan blower dari belakang supaya pembakaran lebih sempurna. Chamber dilengkapi dengan air box yang bisa dibuka dan ditutup pada bagian belakang. Bagian bawah chamber ada strukture yang diberi 4 buah roda pada agar bisa ditarik mundur, untuk pembersihan kotoran didalam delution air dan rotary dryer.

  

4.       Delution air

          Berfungsi untuk mengontrol temperatur panas yang masuk ke dalam rotary dryer dengan cara menambah udara dari luar. Untuk memproduksi pupuk NPK Temperatur yang masuk maksimal 120°C. Delution air ini Dilengkapi dengan dengan blower, dumper dan termocouple.

         Peranan delution air ini sangat penting untuk mengatur temperatur udara yang masuk dryer. Perlu diketahui bahwa batu bara bisa terbakar pada suhu minimal 400°C dan maksimal suhu didalam chamber adalah 900°C, apabila suhu chamber dibawah 400°C maka batu bara banyak yang tidak terbakar sehingga efesiensi berkurang. Sebaliknya apabila suhu diatas 900°C abu batu bara akan meleleh dan menimbulkan kerak didalam chamber. Dengan demikian temperatur yang keluar dari chamber antara 300-400°C, untuk menurunkan suhunya menjadi 120°C maka diperlukan blower delution air.

 

5.       Rotary dryer

         Untuk mengeringkan pupuk, didalam rotary dryer dilengkapi dengan sirip-sirip didalam yang terbuat dari stainless steel. Bagian depan dan belakang ditutup dengan ducting sehingga panas tidak bisa keluar, bagian depan terdapat hopper chute feeder untuk memasukkan pupuk ke dalam rotary. Sedangkan dibelakang terdapat chute untuk keluarnya pupuk menuju belt conveyor.

         Penggeraknya menggunakan motor dan inverter, gear box dan roda gigi. Support menggunakan I beam dan 6 buah roda penyangga dengan 2 buah roll bearing pada setiap roda.

6.       IDF (Induced Draft Fan)

        Menghisap (Induced) udara panas dari chamber dan delution air supaya tidak terjadi back fire. Sehingga pupuk dapat dikeringkan dengan sempurna. Selanjutnya IDF mendorong flue gas menuju cyclone dan wet scrubber.

7.       Cyclone rotary dryer

         Menangkap abu dari batu bara dan kotoran yang terhisap oleh IDF, kotoran tersebut ditampung dengan drum atas sak dibagian bawah. Selanjutnya di timbun ditempat pembuangan.

8.       Wet scrubber dan chimney

         Apabila masih ada abu dan kotoran yang belum tertangkap dengan cyclone maka tahap berikutnya kita gunakan media air untuk menangkap. Air disemprotkan dari pompa kedalam wet scrubber melalui pipa dan nozzle, sehingga air menjadi kabut dan abu tertangkap. Selanjutnya debu yang bercampur dengan air turun menuju water pool (penampungan) sementara. Apabila kotoran sudah mengendap, kita bersihkan dengan cara manual dan dibuang di tempat penampungan. Bahan dari wet scrubber adalah stainless steel SUS 304.

         Selanjutnya asap warna putih akan keluar melalui chimney yang di pasang diatas wet scrubber. Dengan dengan wet scrubber ini kami menjadi asap yang keluar sesuai dengan regulasi pemerintah yaitu dibawah 300 PPM (partikel per micron)

9.       Water poll (penampungan air)

         Menampung debu / kototan bercampur dengan air dari wet scrubber, selanjutnya mengendapkan kotoran.

10.    Belt Conveyor

         Memindah pupuk yang keluar dari rotary dryer menuju rotary cooler. Dilengkapi dengan penggerak motor dan gear box, support roller, roller conveyor, drum depan, dan drum belakang yang bisa di adjust.

11.    IDF rotary cooler (Induced draft fan)

       Menghisap debu kering dari rotary cooler dan mendinginkan pupuk.

12.    Cyclone rotary cooler

        Menangkap debu kering dari rotary cooler. Dan ditampung di bagian bawah dengan drum atau sak. Selanjutnya debu tersebut dibuang ditempat penampungan.

13.    Rotary cooler

         Berfungsi untuk mendinginkan pupuk, dilengkapi dengan sirip-sirip didalamnya terbuat dari stainless steel. Pada bagian depan terdapat saringan untuk under size dan menuju belt conveyor untuk dimasukkan kembali ke dalam crusher, dan pada bagian belakang terdapat saringan untuk ukuran produk size dan selanjutnya pupuk dipacking, yang ukuran over size keluar menuju mixer melalui screw conveyor 

         Penggeraknya menggunakan motor, gear box dan roda gigi. Support menggunakan I beam dan 4 buah roda penyangga dengan 2 buah roll bearing pada setiap roda.

14.    Screw conveyor

         Memasukkan material over size dari rotary cooler menuju mixer. Digerakkan dengan motor, gear box, coupling dan dilengkapi dengan hopper dan chute feeder pada bagian ujung.

15.    Screw conveyor

         Memasukkan material PHOSPAT menuju mixer. Digerakkan dengan motor, gear box, coupling dan dilengkapi dengan hopper dan chute feeder pada bagian ujung.

16.    Screw conveyor

         Memasukkan material UREA menuju mixer. Digerakkan dengan motor, gear box, coupling dan dilengkapi dengan hopper dan chute feeder pada bagian ujung.

17.    Screw conveyor

         Memasukkan material KCL menuju mixer. Digerakkan dengan motor, gear box, coupling dan dilengkapi dengan hopper dan chute feeder pada bagian ujung.

18.    Ribbon Mixer

         Mencampur komponen pupuk supaya homogen, digerakkan dengan motor dan gear box, dilengkapi dengan struktur, hopper, chute feeder, bearing dan pully.

19.    Belt conveyor 

         Memindah pupuk dari ribbon mixer menuju belt conveyor no20. Dilengkapi dengan penggerak motor dan gear box, support roller, roller conveyor, drum depan dan drum belakang yang bisa di adjust.

20.    Belt conveyor 

         Memindah pupuk dari belt conveyor no20 menuju bucket elevator. Dilengkapi dengan penggerak motor dan gear box, support roller, roller conveyor, drum depan dan drum belakang yang bisa di adjust.

21.    Bucket elevator

         Memasukkan pupuk ke dalam crusher, bucket terbuat dari plastik yang di klem ke belt conveyor, penggerak menggunakan drum diatas dan dibawah, dilengkapi dengan motor dan gera box. Casing bucket elevator adalah karet dengan frame dari siku.

22.    Crusher

         Menghancurkan pupuk sampai mesh 50-80 selanjutnya masuk ke dalam drum granulator melalui chute feeder dibagian bawah. Lengkap dengan struktur, plat form, tangga dan man hole untuk perbaikan. Digerakkan dengan 2 motor dan pully.

23.    Drum granulator

         Berfungsi membuat granul (butiran), bagian dalam dilapisi dengan plastik supaya tidak lengket. Dalam operasinya perlu disemprot dengan uap panas /steam supaya hasil granul lebih baik dan padat. Penggeraknya menggunakan motor, gear box dan roda gigi. Support menggunakan I beam dan 4 buah roda penyangga dengan 2 buah roll bearing pada setiap roda. Untuk memproduksi pupuk NPK secara kontinyu dengan kapasitas besar maka drum granulator adalah pilihan yang tepat.

24.    Control panel 2

         Berisi contactor, breaker, overload, relay, terminal lamp indikator, push button. Control panel 2 meliputi motor rotary cooler, crusher, 4 buah screw conveyor, ribbon mixer, bucket elevator, belt conveyor, drum granulator.

25.    Belt conveyor

         Memasukkan pupuk dari drum granulator menuju rotary dryer untuk di keringkan. Dilengkapi dengan penggerak motor dan gear box, support roller, roller conveyor, drum depan dan drum belakang yang bisa di adjust.

26.    Boiler

        Menghasilkan uap (steam) untuk di masukkan ke dalam drum granulator. Kapasitas 500 kg/jam dengan bahan bakar batu bara. Dilengkapi dengan safety valve, main valve, pompa air, water level, pipa steam dari boiler menuju drum granulator.

         Demikian penjelasan singkat mengenai mesin pupuk NPK yang kami produksi. 

Apabila kurang jelas dapat menghubungi kami di contac person atau chatting dengan kami.

 
 
 
 
 
 
 
1 Unit Plant at Ngawi
 
 
1 Unit Plant At Ngawi
 
 
 
1 Unit Plant at Malang
 
 
1 Unit Plant at PT.Visi Karya Mojokerto
 
 
2 Unit Plant at PT. SPAT
(Sentra Pengembangan Agrobisnis Terpadu) Pasuruan
 
1 Unit Plant at PT.API Pasuruan
 
 
ą
Siswanto Tantular,
12 Okt 2011 18.43
ą
Siswanto Tantular,
12 Okt 2011 18.42
Comments